Random

Perihal Pangan

“Nasi sayur satu, tempe dua, teh hangat; kopi dan bakwan dua; nasi pecel satu tambah telur satu dan es teh; nasi sayur tambah tempe satu dan tahu satu dan jeruk hangat; nasi sayur satu tambah tempe dua dan kerupuk dua tambah es jeruk; nasi pecel satu, perkedel dua dan kerupuk satu tambah es teh…”
Itu adalah kutipan catatan seorang teman mengenai asupan nutrisi yang ia konsumsi di buku notesnya.
Setelah membaca catatan harian tersebut, rasanya seperti membaca daftar menu makanan yang paling rutin kusantap.
Benar juga kata pepatah; temanmu adalah cerminan dirimu; sudut pandang mengenai dunia, makanan yang dikonsumsi, sampai situasi keuangan, biasanya hampir sama.

Toilet, 29 Februari 2016

Standar
Random

Perihal Pseudonim

Seorang teman menutup blognya ketika telah bertemu teman hidup yang pas. Dia tidak butuh blog untuk menampung sejumlah beban pikirannya dan hal lain yang melingkupinya. Iya, dia adalah tipe blogger yang menggunakan blog sebagai media penampung uneg-uneg yang tidak ingin ia bagi pada manusia secara langsung. Dengan menutup blog dan me-restart akun socmednya, dia berharap apa saja yang ia posting, lenyap.
Blog dan akun socmednya cuma diketahui segelintir teman akrabnya.
Kemarin dia bertanya:
“Mau ngeblog sampai kapan?”

Sampai males ngeblog.

“Oia, klo dilihat-lihat, twittermu kan udah pake identitas pseudonim, blogmu kok g sekalian dibikin kayak gitu”

Belum nemu nama fiksi yang pas.

“Kenapa g pake ID twittermu aja”

Iya juga ya, kenapa g kepikiran.

“Ya udah, buruan diubah”

Gampang…

“Siip lah…”

Standar