Random

Perihal Pseudonim

Seorang teman menutup blognya ketika telah bertemu teman hidup yang pas. Dia tidak butuh blog untuk menampung sejumlah beban pikirannya dan hal lain yang melingkupinya. Iya, dia adalah tipe blogger yang menggunakan blog sebagai media penampung uneg-uneg yang tidak ingin ia bagi pada manusia secara langsung. Dengan menutup blog dan me-restart akun socmednya, dia berharap apa saja yang ia posting, lenyap.
Blog dan akun socmednya cuma diketahui segelintir teman akrabnya.
Kemarin dia bertanya:
“Mau ngeblog sampai kapan?”

Sampai males ngeblog.

“Oia, klo dilihat-lihat, twittermu kan udah pake identitas pseudonim, blogmu kok g sekalian dibikin kayak gitu”

Belum nemu nama fiksi yang pas.

“Kenapa g pake ID twittermu aja”

Iya juga ya, kenapa g kepikiran.

“Ya udah, buruan diubah”

Gampang…

“Siip lah…”

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s