Random

Perihal diskusi orang bodo

Dengan nada bercanda, dulu dia pernah bertanya;

“Keyakinan yang kamu peluk sekarang gara-gara orang tuamu kan?”

Iya.

“Agama itu candu… bla… bla… bla… ”

Bener juga sih, rasa-rasanya susah juga lepas dari candu agama.

“Nah, kenapa nggak nyoba untuk melepaskan diri dari candu agama?”

Trus meluk keyakinan apa?

“Atheis klo mau lepas sepenuhnya.”

Bisa diusir dari rumah klo jadi atheis.

“Haha…”

Dari Theis ke Atheis bukanya sama aja?

“Ya jelas beda lah. Theis itu bla… bla… bla… Nah, klo atheis itu bla… bla… bla…”

Entahlah, dari keyakinan bahwa Tuhan itu ada ke keyakinan bahwa Tuhan itu tidak ada kan ya beda tipis. Yang pertama mengharapkan kita baik secara vertikal dan horizontal. Yang kedua cukup secara horizontal.

“Nah, bebannya lebih enak yang kedua kan? Kamu nggak perlu repot-repot jadi baik secara vertikal to?”

Klo dianggap repot ya repot. Klo dianggap biasa aja ya biasa aja. Orang abangan seperti saya mah santai. Hehe…

“Itu tandanya kamu nggak sepenuh hati dalam beragama. Dulu aku juga kayak kamu, terus mikir; sampai kapan mau kayak gini? Dan akhirnya ketemu hal yang bisa bla… bla… bla… ”

Dulu juga sempet bikin perbandingan sederhana dengan agama lain yang sepertinya lebih longgar aturannya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi konsep ketuhanannya, yang paling mantep ya konsep ketauhidan agama yang kupeluk sekarang.

“Bisa lebih spesifik?”

Dia Yang Maha Esa, Tak beranak dan diperanakkan, dan Tidak ada yang setara dengan dirinya.

“Haha…. Dalam konsep Tauhid seperti itu kan bla… bla… bla…”

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s