Catatan Harian

Perihal Paper

Tugas paper penentu masa depan studiku belum beres sampai sekarang.

Progresnya juga jalan ditempat.

Jangan berpikir-itu nanti saja. Buatlah draf pertama dengan hatimu. Tulis ulang dengan nalarmu. Langkah awal menulis adalah… menulis, bukan berpikir! ~ William Forrester

Iya juga sih, klo cuma kebanyakan mikir dan gak ditulis ya gini-gini aja progresnya.

Hari, yang sedang pusing dengan dirinya.

Standar
Random

Perihal diskusi orang bodo

Dengan nada bercanda, dulu dia pernah bertanya;

“Keyakinan yang kamu peluk sekarang gara-gara orang tuamu kan?”

Iya.

“Agama itu candu… bla… bla… bla… ”

Bener juga sih, rasa-rasanya susah juga lepas dari candu agama.

“Nah, kenapa nggak nyoba untuk melepaskan diri dari candu agama?”

Trus meluk keyakinan apa?

“Atheis klo mau lepas sepenuhnya.”

Bisa diusir dari rumah klo jadi atheis.

“Haha…”

Dari Theis ke Atheis bukanya sama aja?

“Ya jelas beda lah. Theis itu bla… bla… bla… Nah, klo atheis itu bla… bla… bla…”

Entahlah, dari keyakinan bahwa Tuhan itu ada ke keyakinan bahwa Tuhan itu tidak ada kan ya beda tipis. Yang pertama mengharapkan kita baik secara vertikal dan horizontal. Yang kedua cukup secara horizontal.

“Nah, bebannya lebih enak yang kedua kan? Kamu nggak perlu repot-repot jadi baik secara vertikal to?”

Klo dianggap repot ya repot. Klo dianggap biasa aja ya biasa aja. Orang abangan seperti saya mah santai. Hehe…

“Itu tandanya kamu nggak sepenuh hati dalam beragama. Dulu aku juga kayak kamu, terus mikir; sampai kapan mau kayak gini? Dan akhirnya ketemu hal yang bisa bla… bla… bla… ”

Dulu juga sempet bikin perbandingan sederhana dengan agama lain yang sepertinya lebih longgar aturannya. Tapi setelah dipikir-pikir lagi konsep ketuhanannya, yang paling mantep ya konsep ketauhidan agama yang kupeluk sekarang.

“Bisa lebih spesifik?”

Dia Yang Maha Esa, Tak beranak dan diperanakkan, dan Tidak ada yang setara dengan dirinya.

“Haha…. Dalam konsep Tauhid seperti itu kan bla… bla… bla…”

Standar