Catatan Harian

Perihal Degradasi

“Kami tidak boleh takut akan ancaman degradasi, Borrusia Dortmund ada di zona degradasi musim lalu.” Jose Mourinho

Demikianlah petikan wawancara Mourinho di sebuah artikel berita detik.com yang membuat saya teringat pada keterpurukan BVB Dortmund di dasar klasmen Bundesliga awal tahun 2015.

Iya, rasanya amat menyesakkan kalau di ingat-ingat lagi. Hikmahnya, saya jadi tahu, klub bola mancanegara mana yang benar-benar saya gemari, seburuk apapun kondisinya.

Degradasi. Bukan hal yang asing buat diri saya, karena hal tersebut sudah berulangkali terjadi pada klub lokal kebanggaan Ibukota Jawa Tengah; PSIS Semarang. Iya, meskipun berulangkali degradasi dari kompetisi tertinggi di tanah air, PSIS tidak pernah kehilangan cinta dari Panser Biru, Snex dan pendukung partikelir semacam saya.

Kalau dicermati lagi, rasa-rasanya cuma cuma para Juventini yang level kesetiaanya setara dengan Die Borussen. Iya, sebagai fans plastik klub besar mancanegara cuma mereka yang pernah merasakan pahitnya degradasi. Sebenarnya, musim lalu Hamburg SV juga hampir melepas status klub yang belum pernah degradasi di Bundesliga, tapi mereka masih selamat berkat kemenangan yang mereka raih di pertandingan play off melawan klub Bundrsliga 2. Jadi, jika klub besar mancanegara yang anda dukung cuma hobi puasa gelar, dan belum menguji kesetiaan anda dengan duduk manis di dasar klasmen liga lokal yang mereka ikuti, anda tidak lebih baik dari fans plastik glory hunter.

Hari, part time stalker kicauan baper para fans plastik.

Standar