Catatan Harian

Perihal Cita-cita

Ternyata menuangkan cerita dalam corat-coretan di blog dan main meme itu masuk kategori alay stadium 3,5.
Ya sudahlah… Terima saja.
Resiko ndak pinter nulis ya gini. Pengen nulis sesuatu yang penting dan berisi sering nggak berhasil.
*menghela nafas…
Jadi nyesel, kenapa dulu pas pelajaran bahasa dan metode penulisan laporan pas duduk di bangku kampus ndak tak seriusi.
Cita-cita jadi copywriter yang tumbuh sejak tahun lalu rasa-rasanya makin mengawang-awang.
Tapi nggak apa-apa, setidaknya saya masih punya cita-cita, meskipun kalau dipikir-pikir lagi; profesi copywriter bener-bener nggak nyambung sama studiku di bangku kampus.

Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…

Hari, yang pengen jadi Copywriter.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s