Catatan Harian

Perihal Cita-cita

Ternyata menuangkan cerita dalam corat-coretan di blog dan main meme itu masuk kategori alay stadium 3,5.
Ya sudahlah… Terima saja.
Resiko ndak pinter nulis ya gini. Pengen nulis sesuatu yang penting dan berisi sering nggak berhasil.
*menghela nafas…
Jadi nyesel, kenapa dulu pas pelajaran bahasa dan metode penulisan laporan pas duduk di bangku kampus ndak tak seriusi.
Cita-cita jadi copywriter yang tumbuh sejak tahun lalu rasa-rasanya makin mengawang-awang.
Tapi nggak apa-apa, setidaknya saya masih punya cita-cita, meskipun kalau dipikir-pikir lagi; profesi copywriter bener-bener nggak nyambung sama studiku di bangku kampus.

Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…
Copywriter…

Hari, yang pengen jadi Copywriter.

Standar
Catatan Harian

Perihal DP BBM

Bukan hal baru jika timeline BBM berisi aneka macam status yang lucu, alay, galau, bijak dan biasa-biasa saja.
Sore ini saya agak heran dengan DP salah seorang teman lama yang baru saja tak add pukul 12an, lalu diapprove kurang lebih pukul 13.
Notifikasi diterimanya permintaan pertemanan masuk, seperti biasa langsung tak cek. Tak cermati DP & statusnya.
DP yg ia pasang seperti biasa; muka imut close up secantik artis Korea yang tidak ia buat-buat. Yang agak berbeda cuma topi biru ala Bob Dylan yang membuat poninya tidak kelihatan. Secara keseluruhan ia masih seimut dulu pas jaman kuliah.
Status yang ia pasang cuma smiley bermuka hijau. Mungkin ia sedang sakit.
Sore ini, ia mengubah DP imutnya dengan gambar sederet kata-kata bijak yang mungkin baru saja ia baca berulang-ulang. Selepas itu ia memasang DP tersebut dengan harapan orang yang ada dihatinya membaca pesan tersebut.
*Kudoakan, mudah-mudahan pesan tersebut tersampaikan.

Standar
Catatan Harian

Perihal Tolak Angin

u r a 9/10 and i am the 1 u need ~ pakalu papito

Mestinya gombalan dari Pakalu Papito sudah tak wasapin ke kamu. Tapi entah kenapa hal tersebut masih tertunda. Sampai kapan? Entahlah.
Kalau dicermati lebih dalam rasa-rasanya saya bukan satu-satunya yang kamu butuhkan. Alasannya sederhana; saya orang yang monoton dan baru-baru ini status pengangguran tercetak di KTPku.
Hal yang cukup menggelikan adalah kamu tidak peduli. Kamu juga begitu yakin bisa mengubahku.
Sejak awal sudah kuperingatkan mengenai sifat monoton dan status pengangguranku. Peringatan tersebut juga berulangkali kututurkan lagi di sela-sela percakapan wasap.
Faktanya kamu tetap keras kepala dan tidak bersedia mundur. Makan malam nasi kucing di Angkringan Blendoek dan dua sachet Tolak Angin yang kuberikan adalah bukti nyata bahwa saya amat jauh dari kriteria romantis.
Kalau dengan yang lain mungkin kamu akan diajak dinner di resto bintang lima dan seikat bunga sebagai hadiah atas kesediaanmu meluangkan waktu.
Mungkin mendoakan supaya kamu lekas sadar dari mabuk gegara jatuh hati adalah satu-satunya hal bisa kulakukan sekarang.

Hari, pengangguran yang sedang dekat dengan seseorang.

Standar