Uncategorized

Raut wajah

“Yah, situasinya memang seperti ini. Dan akan tetap seperti ini kalau kamu tidak melakukan sesuatu.” tutur Om Sulak

“Seburuk apapun nasibmu sekarang, masih lebih baik ketimbang saat kamu masih jadi pengangguran, bla…bla…bla…”

“Waktu luang yang kamu miliki semasa jadi pengangguran atau semacamnya adalah hal yang dulu lupa kamu syukuri kan?”

– Ngangguk

Hahaha…

“Tak perlu risau dengan nasibmu sekarang.”

“Cuci muka, bercermin, lalu cermati raut wajahmu dengan seksama..”

“Kupikir seluruh hidup dan nasibmu tergambar pada raut wajahmu dan kamu seharusnya bangga akan hal itu”

Oia, Bapakmu masih rajin mengaji selepas subuhan?

– Ngagguk

Kamu sendiri?

– Geleng-geleng

Mestinya kamu meniru Bapakmu, kalau males ngaji, perlahan-lahan kamu akan berubah jadi bajingan.

“Nasib baik dalam hidup itu amat bergantung pada kepiawaian kita dalam berikhtiar dan berdoa.” tutup Om Sulak.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s