Catatan Harian

Adagium

Ma la yudraku kulluh la yutraku julluh, “apa yang tak dapat dicapai seluruhnya, jangan ditinggal yang terpentingnya”. (Al Suyuthi: Asybah wa al-Nadha-ir: tt) atau ma layudraku kulluh la yutraku kulluh, “apa yang tak dapat dicapai seluruhnya, jangan ditinggal keseluruhannya. (Abdul Hamid Hakim: Al-Bayan: tt)
Demikianlah adagium kaidah fiqh yang dituturkan Gus Mus, sebagai pedoman jika kita terjerembab dalam situasi yang tidak kita harapkan. Bagaimanapun buruknya keadaan, toh masih ada yang terpenting yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya.

Standar
Uncategorized

Perkara tutur kata & akidah

“Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki.”

“Ketika akidah menjadi teknik yang merancang manusia agar tak tergantung pada nasibnya yang lemah dan mudah berdosa, dan agar manusia siap menghadapi kebetulan, godaan yang memergokinya di jalan.
Hukum dan fikih mungkin sebuah teknologi penyelamatan”

Goenawan Mohamad

Standar
Random

18/12/14

image

Mbaca-mbaca secara random, lalu termenung gegara QS.55 : 19-20
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”

Di luar kaca jendela ada gerimis yang menurunkan dirinya dalam bentuk arsiran-arsiran kecil.
Kabarnya, 80% tubuh manusia terdiri dari air.
Mungkin, malam ini sebaiknya saya mimpi meluruh bersama gerimis, mengalir ke laut jawa, menguap, lalu menjadi bulir gerimis dibelahan bumi sebelah sana.
*geleng-geleng sama diri sendiri

Standar