Catatan Harian

Kenal

– Kuliah lagi ya?

Iya.

– Dimana?

Di kampus swasta tak terkenal dipinggiran kota.

– Cuma butuh ijazah?

Salah satunya.

– Salah duanya apa?

Ya karena saya masih bodoh.

– Oh, mau jadi orang pinter?

Nggak.

– Terus?

Cuma mau belajar aja.

– Buat apa belajar?

Buat mengenali diri sendiri.

Standar
Catatan Harian

Perkara Campur Sari

Bulan kita cuma satu, primadona di gelapnya malam. Di Jupiter ada selusin bulan, tanpa seorang pun manusia menikmati. ~ Ibu Gamila

Ketika pulang larut, saya sering lupa menyalakan lampu motor. Sepanjang jalan protokol menuju rumah memang diterangi dengan penerangan jalan yang cukup memadai. Jadi wajar jika ada pengendara motor tidak menyalakan lampunya, entah karena lupa, atau memang sengaja melakukanya. Kesadaran bahwa lampu motor mati biasanya timbul setelah melewati terowongan Fly Over Bangetayu, di dekat stasiun Alas Tua. Lampu penerangan jalan akan semakin berkurang jumlahnya, setelah melewati jalan Kauman Raya (jalan selepas stasiun).

image

Beberapa tahun yang lalu, jalan Kauman Raya yang merupakan salah satu jalan utama menuju rumah (titik merah di capture G-maps), begitu identik dengan tindak kriminalitas. Hal tersebut terjadi karena jalan tersebut amat sepi dan minim penerangan jalannya. Tindak kejahatan curanmor biasanya terjadi selepas petang hingga tengah malam. Korbannya pengendara motor yang sedang apes. Penjahat curanmor menggunakan sejumlah trik dalam modus operasinya, antara lain; menyamar jadi polisi preman yang merazia pengendara motor yang lewat, memeriksa kelengkapan surat-surat, lalu menyita motor secara paksa. Modus operasi yang kedua menyamar jadi debt collector yang melakukan penyitaan pada motor kreditan. Modus yang terakhir langsung menggunakan kekerasan dengan cara menyerempet dan atau menendang pengendara motor hingga jatuh tersungkur, lalu merebut motornya. Jika pengendara motor melawan nyawanya akan terancam, kalaupun selamat biasanya terluka parah. Tindak kejahatan selanjutnya adalah penjambretan, yang terjadi mulai dini hari, sampai fajar menjelang. Korban penjambretan biasanya Ibu-Ibu yang berangkat ke pasar membawa barang dagangannya (biasanya berupa palawija dan semacamnya), untuk dijual di pasar Bangetayu. Penjambret tidak berminat dengan barang dagangan yang dibawa oleh Ibu-Ibu tersebut. Yang diincar adalah perhiasan emas yang dikenakan, dan uang tunai yang dibawa. Para penjambret tidak segan menggorok leher korbannya, jika melawan.
Tindak kriminalitas tersebut sekarang hampir tak pernah terjadi lagi, berkat keseriusan aparat kepolisian, dan warga masyarakat dalam menangani hal tersebut.
Sekarang, penerangan jalan dari stasiun Alas Tua, sampai ke depan rumah cukup baik. Tindak kriminalitas juga hampir tidak pernah terjadi lagi. Yang tidak berubah adalah susasana sunyi. Ketika terjadi pemadaman listrik, suasana sepi makin mencekam. Satu satunya pemecah kesunyian mungkin cuma kereta malam yang singgah atau lewat Stasiun Alas Tua. Akan tetapi, hal tersebut akan berubah ketika padang bulan. Kabarnya, cahaya bulan memudahkan orang untuk membuat satu atau mungkin seribu ingatan manis, mengenai seseorang. Misal; lengkung bulan sabit malam ini, amat mirip dengan lengkung bibir seseorang yang membentuk senyum manis. Bener juga guyonan yang dituturkan Om Anim; “Tuhan itu Maha Bercanda; buktinya mahluk manis ciptaan-Nya yang ada nun jauh disana, bayang wajahnya bisa terproyeksi dipikiranmu.”

*Mikirin kamu terpaksa jadi pilihan, karena cuma itu yang bisa kulakukan dan kunikmati, selain membaca doa tidur, dan memilih mimpi yang ingin kuimpikan malam ini.

Standar
Random

Perkara Rindu

“Mungkin rindu adalah sebuah koma yang menghubungkan antara kalimat debat dan kalimat maaf dengan senyum sebelum titik.” tutur Om Momo.

“Sehebat apapun kita berdebat tentang perspektif, serindu itu pula kita pada bermukimnya ketulusan.” timpal Om Cahyo

Di tengah-tengah diskusi random tentang rasa rindu tersebut, entah kenapa ingatan mengenai rasa rindu terhadap berita bagus mengenai petani, nelayan, dan pedagang pasar, serta pelaku UMKM, begitu dominan. Rasa-rasanya, berita mengenai panen raya yang tidak diikuti anjloknya harga komoditi pertanian yang di panen, sudah lama tidak kudengar.
Berita mengenai kebijakan pemerintah yang pro petani, pro nelayan, pro pedagang pasar dan pro pelaku UMKM, juga jarang terdengar.
Ketika pohon terakhir telah ditebang, dan ikan terakhir telah ditangkap, kita akan menyadari bahwa kita tidak dapat memakan uang.” ~ anonim

Standar
Catatan Harian

Belum ada judul

Bahagia dan sejumlah rasa yang melingkupinya. Demikianlah, rasa yang kurasakan, selepas mencermati postingan terbaru di tumblr-mu belakangan ini.
Dibalik keriangan, kebaikan, keramahan dan kesenanganmu bercanda, kamu menutup rapat beban hidupmu.
Kuakui, ketegaranmu dalam menjalani hidup memang mengesankan.
Kamu masih sanggup tersenyum manis, dengan beban-beban yang kamu panggul di luar dari batas kebiasaan yang kamu terima.
Belakangan ini, hujan mulai rajin menghujani kota setiap sore, tengah malamnya cahaya bulan hadir meneduhi.
Saat mata mulai bersiap terpejam,aku selalu punya keyakinan bahwa Sang Pencipta sedang menatap lekat wajah kita, menyimak sejumlah doa yang sudah Ia ketahui, lalu mengiyakannya.

Standar