Random

Pengamat langit amatir

Ada situasi dimana ketika sedang duduk di bangku taman, kita dihampiri seorang teman yang butuh telinga untuk mendengar tanpa mengharapkan solusi apapun dari kita.

Permisi.

Silahkan.

Lagi nunggu apa.

Nunggu kuliah Pak XYZ.

Klo aku; bla… bla… bla…

*mau tak mau menyimak.

Beberapa saat kemudian sampai pada topik;

Kita perlu setidaknya satu teman yang mengerti apa yang tidak kita katakan.

*ngangguk…

Menurutmu, teman tersebut bisa ditemukan dimana?

Bukannya kamu udah punya banyak?

Siapa?

Si W, V, X, Y dan Z.

Sok tahu.

*ngelihat langit…

*ngotak-ngatik ponsel….

*tetap ngelihat langit tanpa memfokuskan pandangan ke salah satu benda angkasa.

*sibuk chat BBM, WA, dan lain sebagainya…

*ngelihat pesawat terbang lewat.

*masih sibuk dengan ponsel.

*ngelihat pesawat yang makin nggak kelihatan.

Eh, dosenku udah datang. Aku masuk dulu ya.

*nengok, senyum, ngacungin jempol.

*berjalan menuju kelas.

*tetap duduk manis di bangku taman, sesekali mengamati orang lewat dan ngelihat langit.

Ada orang yang membutuhkan orang lain yang bisa mengerti dirinya tanpa perlu berkata-kata.

Ada juga orang yang cuma butuh melihat langit untuk bertanya;
Apa itu pesawat terbang yang kamu tumpangi?
Burung apa yang barusan lewat?
Bentuk awannya kok mirip Casper?
Warna langitnya mirip pipinya, dan seterusnya.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s