Uncategorized

Perkara Boso Jowo & Susu

Stalking akun facebook Alm. Prof Eko Budihardjo, dan membaca ulang lagi tulisan beliau tentang kekayaan dan kecermatan Bahasa Jawa dalam hal kosa kata;

image

Membaca tulisan Prof. Eko, membuat saya teringat pada celotehan Pakde Kartono mengenai Bahasa Jawa; “Boso Jowo ki bahasa pergaulan seluruh Indonesia dan seluruh dunia. Boso Jowo dienggo soko aceh nganti papua. Neng luar negri yo ngono, soko Amerika Utara nganti Australia. Opo maneh neng Suriname, Hongkong, Malaysia, Timur Tengah, dll., sing akeh TKI soko Jowo. Nek do ngumpul, ngobrole nganggo Boso Jowo, ora ngaggo Bahasa Indonesia.
Dan saya cuma bisa nganguk-ngangguk, menyetujui celotehan Pakde Kartono.

Beranjak kehalaman selanjutnya, Prof. Eko menuliskan perspektif jenakanya mengenai susu;

Kalau Anda pengen sehat, minumlah susu
Kalau pengen seksi, rawatlah susu
Kalau pengen iseng, senggollah susu
Kalau pengen nikmat, isaplah susu
Kalau pengen berhasil, jangan kesusu

Standar
Random

Tes Mata

image

Dari gambar tes mata yang di whatsapp-in seorang teman, beta melihat dua orang penari, yang terdiri dari; penari pria disebelah kiri dan penari wanita disebelah kanan.
Artinya, beta butuh istirahat, tapi masih ada seabrek tugas yang harus diselesaikan.
Jalan tengahnya adalah meletakan pipi diatas keyboard. Rasanya hangat, tapi tetap lebih nyaman tiduran dengan bantal buku berukuran sedang.
Mungkin akan menyenangkan kalau bisa ketiduran, pas bagun semua tugas sudah terselesaikan.
*geleng-geleng sama diri sendiri

Standar
Uncategorized

Sangkan Paraning Dumadi

Syi’iran “Sangkan Paraning Dumadi”-nya K.H. Ali Maksum adalah lagu pengantar tidur siang, yang sering di nyanyikan Eyang Buyut Salimah, saat mengeloni cicitnya yang cukup nakal. Nyanyian syi’iran-nya kurang lebih sebagai berikut;

Laa ilaaha illaLlaah
al-Malikul Haqqul Mubiin
Muhammadur RasuulluLlah
Shaadiqul wa’dil Amiin

Awak-awak wangsulana
Pitakonku marang sira
Saka ngendi sira iku
Menyang endi tujuanmu

Mula coba wangsulana
Jawaben kelawan cetha
Aneng endi urip ira
Saiki sedina-dina

Kula gesang tanpa nyana
Kula mboten gadah seja
Mung kersane Kang Kuwasa
Gesang kulo mung saderma

Gesang kulo sakmenika
Inggih wonten ngalam donya
Donya ngalam keramean
Isine apus-apusan

Yen sampun dumugi mangsa
Nuli sowan Kang Kuwasa
Siang dalu sinten nyana
Jer manungsa mung saderma

Sampai sekarang, isi dan makna syi’iran tersebut tak sepenuhnya kupahami. Mata berkaca-kaca adalah efek samping yang sesekali muncul, ketika syi’iran “Sangkan Paraning Dumadi”, dikumandangkan oleh Muadzin masjid, sebagai pengisi jeda antara adzan dan iqamat, di waktu subuh.

Standar
Random

Pengamat langit amatir

Ada situasi dimana ketika sedang duduk di bangku taman, kita dihampiri seorang teman yang butuh telinga untuk mendengar tanpa mengharapkan solusi apapun dari kita.

Permisi.

Silahkan.

Lagi nunggu apa.

Nunggu kuliah Pak XYZ.

Klo aku; bla… bla… bla…

*mau tak mau menyimak.

Beberapa saat kemudian sampai pada topik;

Kita perlu setidaknya satu teman yang mengerti apa yang tidak kita katakan.

*ngangguk…

Menurutmu, teman tersebut bisa ditemukan dimana?

Bukannya kamu udah punya banyak?

Siapa?

Si W, V, X, Y dan Z.

Sok tahu.

*ngelihat langit…

*ngotak-ngatik ponsel….

*tetap ngelihat langit tanpa memfokuskan pandangan ke salah satu benda angkasa.

*sibuk chat BBM, WA, dan lain sebagainya…

*ngelihat pesawat terbang lewat.

*masih sibuk dengan ponsel.

*ngelihat pesawat yang makin nggak kelihatan.

Eh, dosenku udah datang. Aku masuk dulu ya.

*nengok, senyum, ngacungin jempol.

*berjalan menuju kelas.

*tetap duduk manis di bangku taman, sesekali mengamati orang lewat dan ngelihat langit.

Ada orang yang membutuhkan orang lain yang bisa mengerti dirinya tanpa perlu berkata-kata.

Ada juga orang yang cuma butuh melihat langit untuk bertanya;
Apa itu pesawat terbang yang kamu tumpangi?
Burung apa yang barusan lewat?
Bentuk awannya kok mirip Casper?
Warna langitnya mirip pipinya, dan seterusnya.

Standar