Catatan Harian

Murung

Murungmu adalah kemurungan kesekian miliar, yang dirasakan secara kolektif oleh umat manusia di muka bumi.
Milyaran rangkuman do’a, milyaran bantuan materi, dan seabrek usaha lain yang diupayakan oleh semua pihak, belum memberikan dampak signifikan pada anak-anak, wanita, dan penduduk Gaza yang sedang jadi korban kejahatan genosida.
Aliran informasi yang berisi data dan potret korban yang berjatuhan, memberikan efek samping turunnya hujan dari mata.
Di sela-sela aliran informasi tersebut, terselip potret memprihatinkan saudara sebangsa yang ada di Papua, dan sejumlah wilayah terpencil NKRI.
Di negeri kita yang cukup damai, keadilan sosial belum bisa terwujud. Di Ibu Kota Negara, milyaran materi dibelanjakan untuk kemudharatan. Dibelahan bumi yang lain, milyaran materi dibelanjakan untuk senjata pemusnah massal.
Rasa-rasanya seabrek hujatan kepada pihak yang terkait dan punya kuasa, tak perlu kututurkan.
Satu-satunya hal yang perlu dilakukan mungkin cuma menyumbang semampunya via organisasi kemanusiaan.
Mudah-mudahan, semua akan segera membaik.

Standar
Catatan Harian

Lain

Ketenangan hidup manakah yang bisa kudustakan?
Ada masa dimana isi dompet tidak mencukupi untuk makan siang.
Ada masa dimana pulsa telepon seluler bersaldo nol rupiah.
Ada masa dimana buku-buku favorit tak terbeli, numpang membaca gratis di perpustakaan pun tak kesampaian.
Ada masa dimana kejernihan hati dan pikiran lenyap entah kemana?
Ada masa dimana Bapak, Ibu dan kedua adikku merasa sedih, ketika melihatku
Dan ada seabrek masa-masa lain yang sering dinamai masa gelap, oleh orang lain.
Demikianlah, masa lalu.
Siapa saya sekarang adalah akibat.
Apa yang saya perbuat saat ini, adalah sebab diri saya dihari esok.
Demikian hukum alam yang di tetapkan oleh-Nya.

“…lain jenis, lain masa, lain dunia…” tutur seorang kawan.

“Berlebihan.” gumamku dalam hati.

Juli, 2014

Standar