Random

Plester Gajah

Ketika ditanya kenapa suka menyimak hujan, saya cuma bisa tersenyum.

Ketika ditanya; “kenapa tersenyum?”

Saya jawab; “nggak tahu.”

Kenapa nggak tahu?

*diam menyimak gerimis yang membentuk dirinya jadi arsiran-arsiran kecil*

Hey..

*menyesap sisa-sisa petrichor*

*Lalu saya bercerita tentang plester bergambar gajah yang membalut jari kelingking kananku.*

image

“Nanti, kalau lukanya sudah sembuh, kabarnya jari kelingkingku bisa sekuat belalai gajah.”

*si penanya beranjak pergi*

*saya tetap duduk manis dan membiarkan pikiran dipenuhi seabrek kata seandainya*

Rencananya, kalau kaca jendela sudah cukup berembun, saya akan merindukan seseorang.

Maret, 2014.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s