Random

Brewok Tipis

  1. Kalau keponakan tidak datang menyerang ke rumah, jam sepuluh sudah bisa ongkang-ongkang. Cucian sudah berubah jadi jemuran. Sudah mandi, tinggal keluar rumah untuk cuci mata, atau malah tidur lagi buat melunasi utang tidur tadi malam, gara-gara begadang nonton bola.
  2. Bercermin, lalu prihatin dengan area dagu, bawah bibir, dan pipi yang ditumbuhi rambut liar. Dalam minggu ini, cuma kumis di sekitar filtrum yang rajin kupangkas, rambut di kepala dan brewok, cuma dirapikan sekenanya. Jadi ya wajar, kalau dari kemarin, Chikma dan Aris meminta saya untuk memangkas habis brewok, supaya terlihat lebih bersih.
  3. Kalau ada yang bilang brewokan itu keren, jangan langsung percaya. Pria brewokan yang keren, itu memang sudah keren dari sana-nya. Jadi, yang belum punya brewok, jangan memaksakan diri untuk menumbuhkan brewok, dengan obat-obatan. Iya, itu memang cuma opini pribadiku, selepas menyimak penuturan akun @PsikologID yang bertutur; kalau otak manusia sering membuat pemilknya berpikir, bahwa dirinya 5 kali lebih menarik dari yang sebenarnya. Oia, cukstaw aja, brewok asli menghabiskan cukup banyak silet, untuk merapikannya. Jadi yang mau menumbuhkan brewok dengan obat, dihitung dulu anggaran pembelian siletnya. 
    IMG_20131201_095148
  4. Rambut dikepala kelihatan cukup gondrong, sedikit bergelombang, dan acak-acakan. Pantesan, dari kemarin Ibu menyuruh untuk potong rambut. Harus diakui, dengan penampilan seperti ini kata tampan cukup jauh dari diri saya. Tapi saya tetap bersyukur, karena kata Pak Nukman; belakangan ini, sejumlah perempuan lebih mementingkan kemapanan (yang masih bisa dan sedang diusahakan oleh lelaki semacam saya), ketimbang ketampanan. Pertanyaanya; apakah saya sudah mapan?? Baiklah, setelah dzuhuran nanti, saya akan “mapan turu”.  
  5. Sebagai penutup, coret-coretan ini sepenuhnya dialamatkan ke saya, jadi maaf, kalau isinya kurang berkenan bagi pembaca, yang tidak sengaja membaca coret-coretan ini. 

 

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s