renungan

Menelanjangi diri

Tadi siang bertemu teman lama di acara walimatul ‘urus-nya Mas Irul, teman baikku. Banyak cerita yang ia kisahkan, aneka macam pertanyaan ia sampaikan. Dari sejumlah cerita dan pertanyaan, terselip sebuah pertanyaan beserta jawaban pilihan ganda yang harus kupilih untuk melanjangi diri. Dengan santai ia bertutur:
Eh, kalo ada pot jatuh dari balkon rumahmu, kira-kira gimana kondisi pot bunganya?
a) Tanaman jatuh dan tetap utuh
b) Pot rusak tapi tanaman tidak rusak
c) Pot dan tanaman rusak tanpa bisa diperbaiki
d) Karena alasan tertentu, pot dan tanaman tidak terlihat

aaa
Secara spontan, jawaban B kupilih. Lalu ia menuturkan makna dibalik analogi pot rusak, tapi tanaman tidak rusak : “Kamu kelihatan senang dan tidak dapat diganggu orang lain. Kenyataannya kamu ga begitu suka menunjukkan emosi. Perasaan yang tertutup semakin besar. Ingat, ga ada pot yang bisa menampung perasaan itu selamanya.”
*Dan saya cuma bisa tersenyum, lalu menenggak segelas teh yang tersaji dimeja kami.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s