renungan

Bidadari Gemati*

Letih raga terlepas dalam lamunan tentang bidadari gemati, yang selalu ada dihati. Hanya sedikit yang dapat kuceritakan tentang bidadari tersebut. Ia adalah guru yang mengajari aku mengucapkan kata-kata baru. Ia juga yang selalu menyebutku pada setiap doanya, meski aku sering membuat ia… Ia lebih tinggi dari aneka macam surga. Ia tanyakan kabarku, saat aku… Ia adalah Ibuku, orang yang lunglai saat aku… Dan ia adalah yang malu disaat aku…

kasih-ibu

*sebuah coret-coretan yang tak sengaja dibuat, setelah menyimak wejangan kak pidi.

Standar